Posts

Showing posts from 2017

KIAT MELAWAN HOAX

Oleh: Ahmad Ishomuddin Setiap manusia dianugerahi satu lidah dan dua telinga agar ia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Tetapi senyatanya lebih banyak yang senang berbicara daripada mendengar dengan seksama. Dan celakanya banyak orang yang membicarakan apa saja yang ia dengar, bahkan tanpa sempat meneliti benar atau tidak apa yang didengarnya. Akibatnya terjadilah kegaduhan, fitnah, saling permusuhan dan bahaya-bahaya lainnya. Banyak omong, menggunjing, mengadu domba antar manusia, memfitnah dan menebar berita dusta (hoax) jelas tergolong budi pekerti yang tercela baik menurut agama maupun akal sehat. Namun, kini semua itu seperti dianggap wajar-wajar saja. Bahkan mungkin ada sementara orang yang menghalalkannya demi menangguk keuntungan politik dan upaya untuk meraih kekuasaan. Saat lidah tidak terjaga dari semua yang tersebut di atas, maka berbagai fitnah bertebaran, hubungan persaudaraan diselubungi oleh saling curiga dan lalu terputus, tertanam rasa s...

Jangan Belajar Agama Tanpa Guru

Image
Oleh KH. Ahmad Ishomuddin Ilmu-ilmu untuk memahami ajaran Islam sangatlah banyak dan luas. Ilmu-ilmu tersebut hanya bisa dipelajari dengan cara belajar langsung kepada para ahli agama (kiai, ulama) yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing. Jika seseorang mau terus menekuni satu spesialisasi bidang ilmu agama saja, niscaya umurnya akan habis sebelum penguasaan ilmu tersebut sempurna. Belajar ilmu-ilmu terkait agama hanya melalui buku-buku/kitab-kitab tanpa guru (syeikh) yang berilmu mendalam, yang berpengalaman, yang mampu membimbingnya berpotensi terjerumus dalam pemahaman agama yang sesat dan setidaknya sempit. Belajar agama secara otodidak itu, tanpa disadari telah membawanya berada di jalan yang dianggapnya benar. Padahal boleh jadi sebaliknya, ia sedang berjalan cepat menapaki pemahaman agama yang salah karena salah paham yang akibatnya bisa membahayakan kemanusiaan. Sudah berapa banyak bom bunuh diri dengan alasan mengamalkan ayat-ayat tentang ...

PENCERAMAH RADIKAL MENGKRITIK PEMERINTAH

Image
Oleh: Ahmad Ishomuddin Sejak dahulu kala selalu ada saja orang yang melontarkan kritik pedas kepada orang yang sedang berkuasa dan membuat murka orang-orang di sekitarnya. Bayangkan, seorang manusia suci, Nabi Muhammad shalla Allahu 'alaihi wa sallama saat membagi ghanimah (harta rampasan perang) saja pernah dengan cara tidak santun diminta untuk bersikap adil oleh Abdullah bin al-Khuwaishirah. Sehingga membuat sahabat dan pengikut setia beliau, Sayyiduna Umar bin al-Khaththab naik darah dan meminta izin agar diperkenankan untuk memenggalnya. Tetapi beliau mencegah dan meredakan amarahnya. Ada sebagian dari para penceramah agama di masjid-masjid atau di jalan-jalan raya atau di tempat lainnya di hadapan para pengagumnya-- tentu dengan niatnya masing-masing--seringkali juga secara vulgar, bahkan ada yang sangat tidak santun, menghardik, memaki-maki, melaknati dan meluapkan amarah hingga kalap plus kehilangan akal sehat saat menyampaikan kritiknya kepada pemerintah ...

BERAGAMA DENGAN MODAL DENGKUL

Oleh : Ahmad Ishomuddin   Untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan benar, selain harus dengan niat yang ikhlas, juga harus dengan ilmu yang benar melalui bimbingan para ahlinya (Ulama). Jadi memahami, mengamalkan dan mengajarkan agama jelas tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja. Sudah berapa banyak "juru dakwah" yang sesat dan menyesatkan karena menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an dan atau hadits-hadits tanpa ilmu yang memadai atau hanya berdasarkan hawa nafsu saja dan bahkan nekad menerapkannya bukan pada tempat dan situasinya yang tepat. Diantara mereka ada yang belajar agama dengan niat dan motiv yang tidak dibenarkan, seperti untuk mencari pengaruh di kalangan orang-orang awam. Sebagian mereka ada yang berniat untuk menarik simpati dan decak kagum kalangan awam, bahkan tanpa rasa berdosa mencari-cari ayat al-Qur'an sekedar sebagai dalih untuk menyesatkan, mengkafirkan sesamanya. Dan di antara mereka juga tanpa rasa bersalah nekad ...

Ketika Agama dan Iman Dijual Demi Uang

Jika anda termasuk orang yang SUKA atau bahkan mungkin sudah KRONIS dan tergolong KECANDUAN untuk menyebarkan isu SARA [Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan], saya menyarankan BERTAUBATLAH jika anda masih percaya dengan Iman dan agama anda. Jangan hanya karena demi mencari uang, anda tega menggadaikan iman dan agama anda untuk uang yang satu rupiahpun tidak bisa anda nikmati di alam kubur! Jika diluar sana masih banyak kisah orang-orang sukses yang berjuang dengan cara halal dalam mencari uang, kenapa kalian justru memilih cara yang haram yang sudah terlalu banyak contoh betapa kehidupan orang-orang seperti itu takan pernah bisa tenang apalagi bahagia hidupnya. Mungkin bisa saja secara dilihat dari luar terlihat mereka kaya, banyak uang, punya mobil, rumah mewah, dan lainya. Namun demi Allah, hati mereka pasti takkan mungkin tenang apalagi bahagia jika uang yang didapat dengan cara haram. Apalagi menjual “agama”, memprovokasi umat untuk saling cela di sosial...

Doa

Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul karena kecintaan kami kepada-Mu, bertemu untuk memenuhi perintah-Mu, bersatu memikul beban dakwah-Mu. Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk komitmen dalam menjalankan syariat-Mu, maka Engkaulah ikatannya. Ya Allah kekalkanlah kemesraannya antara hati-hati ini. Tunjukilah kepada hati-hati ini akan jalan-Nya yang sebenarnya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya Robbani-Mu yang tidak kunjung pudar. Lapangkanlah hati-hati dengan limpahan iman dan keindahan bertawakkal kepada-Mu. Hidup/suburkanlah hati-hati ini dengan ma’rifat (pengetahuan sebenarnya) tentang-Mu. Jika engkau mentakdirkan mati, maka matilah pemilik hati-hati ini syahid di jalan-Mu. Engkaulah sebaik-baik saudara dan sebaik-baik penolong. Ya Allah perkenankanlah permintaan ini. Pengantar Menuju Doa Dan Tuhanmu berfirman,”berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan kabulkan doamu itu.”(QS. Ghafir : 60) Pengertian Doa Dalam kehi...

Larangan Bagi MUSLIM Menghina Agama Lain

Image
وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٠٨) 108. dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS AL An'am:108) Islam melarang ummatnya mencerca,atau mencaci penyembahan orang lain. menghina adalah sifat manusia yang mengikutkan hawa nafsu. Islam melarang kita memaksa orang lain agama untuk memeluk Islam.Islam agama yang benar,kewajibaan kita hanyalah menyampaikan,ataupun memanggil manusia kejalan yang benar,bukan dengan paksaan,tapi dengan kerelaan.Sebab paksaan akan menimb...

Bersikap Lemah Lembut

Image
Jiwa seorang Muslim yang lemah lembut, merupakan refleksi dari kelembutan qalbu. Semakin lembut qalbu seseorang, maka kelemah lembutannya akan semakin tampak. Qalbu yang lembut, akan memancarkan jiwa-jiwa yang “peka”. Sebaliknya, hati yang kesat dan keras, akan melahirkan tindakan yang kasar, sembrono, bahkan brutal. Karena qalbu merupakan barometer action seseorang. Maka tidak heran, kalau Nabi SAW menyatakan bahwa surga itu diperuntukkan bagi mereka yang memilik jiwa-jiwa yang lembut, Rasulullah Saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan Dia menyukai kelembutan dalam segala urusan ”. (Muttafaq ‘Alaihi) Beliau bersabda dalam Hadits dari `Iyadh ibn Hamâr ra., “ Ahli (penghuni) surga itu tiga orang: Orang yang memiliki kekuasaan, adil dan diberi petunjuk, seorang yang pengasih dan berhati lembut kepada setiap kerabat dekatnya dan setiap Muslim, dan orang yang menjaga kehormatan dan (senantiasa) menjaga kehormatannya padahal ia memiliki kebutuhan untuk kelu...