Bersikap Lemah Lembut
Jiwa seorang Muslim yang lemah lembut, merupakan refleksi dari kelembutan qalbu. Semakin lembut qalbu seseorang, maka kelemah lembutannya akan semakin tampak. Qalbu yang lembut, akan memancarkan jiwa-jiwa yang “peka”. Sebaliknya, hati yang kesat dan keras, akan melahirkan tindakan yang kasar, sembrono, bahkan brutal. Karena qalbu merupakan barometer action seseorang. Maka tidak heran, kalau Nabi SAW menyatakan bahwa surga itu diperuntukkan bagi mereka yang memilik jiwa-jiwa yang lembut, Rasulullah Saw bersabda : “ Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan Dia menyukai kelembutan dalam segala urusan ”. (Muttafaq ‘Alaihi) Beliau bersabda dalam Hadits dari `Iyadh ibn Hamâr ra., “ Ahli (penghuni) surga itu tiga orang: Orang yang memiliki kekuasaan, adil dan diberi petunjuk, seorang yang pengasih dan berhati lembut kepada setiap kerabat dekatnya dan setiap Muslim, dan orang yang menjaga kehormatan dan (senantiasa) menjaga kehormatannya padahal ia memiliki kebutuhan untuk kelu...